MOU SIGNING AND CONFERENCE WITH AKADEMI KEBIDANAN NYAI AHMAD DAHLAN ON 7TH JULY 2019

PMB Online Akbid Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta
Juli 30, 2018

MOU SIGNING AND CONFERENCE WITH AKADEMI KEBIDANAN NYAI AHMAD DAHLAN ON 7TH JULY 2019

Akademi Kebidanan Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta telah melakukan kerjasama luar negeri dengan Lincoln University College, Malaysia. Proses penandatanganan dilakukan oleh Datuk Dr Hjh Bibi Florina Abdullah selaku Rektor Lincoln University College, Malaysia dengan Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH selaku Direktur Akbid Nyai Ahmad Dahlan. Serangkaian acara pun digelar setelah proses penandatanganan. Adapun acara yang digelar merupakan kerjasama antara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yogyakarta dan Akademi Kebidanan Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan seminar bertajuk “Leadership and Enterpreunership Health Care in Digital Era” di Hotel Grand Quality Yogyakarta pada tanggal 7 Juli 2019. Ketua Panitia kegiatan Riadinata Shinta Puspitasari, S.ST., M.Kes, mengatakan seminar menghadirkan 4 narasumber yaitu Rektor Lincoln University College Malaysia, Dr Datuk Hjh Bibi Florina Abdullah dengan materi terkait kemajuan pendidikan di era revolusi industri 4.0 bagi tenaga kesehatan. Pembicara lainnya Ketua PD IBI (Ikatan Bidan Indonesia) DIY Nunik Endang Sunarsih, S.ST., S.H., M.Sc tentang kepemimpinan Bidan di Era Digital, Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes tentang Kewirausahaan Bidan dan dr. Risanto Siswosudarmo Sp.OG (K) dari Departemen Obstetrics and Gynecology FK-KMK UGM menyampaikan terkait deteksi dini penyakit jantung pada ibu hamil. Seminar dibuka oleh Pembina Yayasan Barokatul Ummah wal ‘Ilmi, Muhaimin dilanjutkan pemaparan materi dari 4 narasumber.

Menurut Dr Datuk Hjh Bibi Florina Abdullah, di era 4.0 semua sistem diintegrasikan secara online mempermudah tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dan kolekting data termasuk di daerah-daerah pelosok. “Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menyiapkan SDM yang mumpuni serta sarana dan prasarana yang mampu menunjang pelayanan kesehatan di era 4.0 terutama pada daerah terisolir, ” katanya. Sedangkan Nunik Endang Sunarsih, S.ST., S.H., M.Sc mengatakan, seorang bidan adalah seorang pemimpin. Pemimpin dalam arti luas adalah memimpin jalannya persalinan, karena seorang bidan bertugas untuk memimpin seorang ibu ketika sedang persalinan normal. “Sebagai  seorang pemimpin diharapkan mempunyai lima sifat yang harus dimiliki sebagai bekal seorang bidan yaitu kearifan, amanah, bersosialisasi tinggi, keberanian dan disiplin,” katanya.

            Diharapkan kerja sama akan terus berlanjut terlebih dalam bidang akademik. Bukan hanya di lingkup kesehatan tapi bisa jadi lingkup diluar kesehatan dengan menggandeng intitusi lain dalam melakukan kegiatan seminar ilmiah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *